Nama = Muhammad Indra Gunawan
NIM = 2015820050
Gambar 1.1 Peserta Pelatihan Jaya Melati 1 Bersama Pemateri Bela Negara
Gerakan
Kepanduan Hizbul Wathan (disingkat HW) adalah salah satu organisasi otonom
(ortom) di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. Ortom Muhammadiyah lainnya
adalah: 'Aisyiyah, Nasyiatul 'Aisyiyah (NA), Pemuda Muhammadiyah (PM), Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Tapak Suci Putera Muhammadiyah, dan Ikatan
Pelajar Muhammadiyah (IPM).
HW didirikan pertama kali di Yogyakarta pada 1336 H (1918 M) atas prakarsa KH Ahmad Dahlan, yang merupakan pendiri Muhammadiyah. Prakarsa itu timbul saat dia selesai memberi pengajian di Solo, dan melihat latihan Pandu di alun-alun Mangkunegaran. Gerakan ini kemudian meleburkan diri ke dalam Gerakan Pramuka pada 1961, dan dibangkitkan kembali oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan SK Nomor 92/SK-PP/VI-B/1.b/1999 tanggal 10 Sya'ban 1420 H (18 November 1999 M) dan dipertegas dengan SK Nomor 10/Kep/I.O/B/2003 tanggal 1 Dzulhijjah 1423 H (2 Februari 2003).
HW berasaskan Islam. HW didirikan untuk menyiapkan dan membina anak, remaja, dan pemuda yang memiliki aqidah, mental dan fisik, berilmu dan berteknologi serta berakhlak karimah dengan tujuan terwujudnya pribadi muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader persyarikatan, umat, dan bangsa.
Hizbul Wathan juga menjadi salah satu matakuliah di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada semester 6. Dosen yang mengajar di mata kuliah ini adalah Bapak Misriandi, M.Pd. Beliau mewajibkan kepada semua mahasiswa yang beliau ajar di mata kuliah Hizbul Wathan untuk ikut serta dalam pelatihan Jaya Melati 1 yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas, pada tanggal 1 Agustus sampai dengan 3 Agustus 2018.
Gambar 1.2 Foto Penulis Di Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas
Pada tanggal 1 Agustus Pukul 06.00 – 07.00 semua peserta pelatihan jaya melati 1 berkumpul di ruko depan STIEAD untuk melakukan registrasi dan berangkat bersama-sama menggunakan 4 Buah armada truk polisi, namun ternyata 4 buah truk polisi tersebut belum cukup untuk memuat semua peserta Jaya Melati 1, maka ditambahlah 1 armada lagi untuk menghindari kelebihan muatan.
Setiap truk memuat 3 sampai 4 regu pelatihan jaya melati 1. Penulis termasuk anggota regu K.H Ahmad Dahlan dan bersama-sama dengan 4 anggota regu K.H Ahmad Dahlan lain yaitu Saer, Lingga, Rizky, dan Regy melakukan registrasi dan bersiap memuat barang bawaan kami ke dalam armada yang telah siap untuk diberangkatkan. Saer duduk di depan bersama supir, sedangkan sisanya kami di belakang bercampur dengan 2 regu lain yang semuanya merupakan regu putri, oleh karena itu hanya kami yang tidak kebagian tempat duduk dan harus duduk di bawah dan 1 orang harus berdiri, sehingga kami harus bergiliran untuk berdiri disaat 3 lainnya duduk dibawah.
Sesampainya di bumi perkemahan mandalawangi cibodas, peserta pelatihan diberi waktu 1 jam untuk beristirahat dan mempersiapkan barang bawaan per regu. Setelah penulis mempersiapkan barang bawaan, penulis memanfaatkan waktu untuk ke toilet, setelah itu berkumpul dengan anggota regu untuk bersiap menuju lokasi perkemahan per regu. Penulis membawa 1 buah tikar, 1 keril berukuran 45 liter, 1 plastik besar berisi bahan mentah untuk keperluan masak memasak dan barang untuk bakti sosial, dan yang terakhir adalah 1 buah tas yang berisi alat-alat masak dan perlengkapan regu K.H Ahmad Dahlan seperti sepasang bendera smapur dan lain-lain.
Peserta pelatihan mulai menuju lokasi perkemahan dengan berjalan kaki setelah istirahat 1 jam. Peserta dibariskan per regu dan menuju lokasi perkemahan dan setelah sampai langsung dipersilahkan untuk merapikan barang bawaan di tenda masing-masing dan beristirahat, namun karena penulis melihat panitia yang kekurangan tenaga, maka setelah merapikan barang bawaan di tenda penulis membantu panitia terlebih dahulu untuk mengangkut 7 dus air minum kemasan dari armada ke lokasi perkemahan. Setelah membantu panitia, penulis beristirahat sejenak, namun ternyata waktu istirahat telah selesai dan masuk ke waktu pembagian makanan oleh panitia. Jatah makanan yang disediakan panitia hanya 2 kali makan, yaitu ketika tiba dan hendak pulang. Pembagian makanan dibagikan per regu dan yang mengambil makanan harus ketua regu. Ketua regu kami adalah Regy, sangat disayangkan, ketika Regy mengambil makanan untuk regu kami, dia menaruhnya di tanah yang terjal dan makanan untuk regu kami pun tumpah. 3 kotak makanan masih bisa diselamatkan dan 2 diantaranya sudah tidak layak makan dan harus meminta lagi ke panitia.
Setelah waktu makan selesai dilanjutkan dengan pre tes yang juga dibagikan per regu dan harus ketua regu juga yang mengambil. Setelah kami sudah mendapatkan soal dan jawaban masing-masing, kami pun bersama-sama mengerjakannya di danau bersama dengan regu lain. Soal pre tes merupakan pilihan ganda berjumlah 35 soal, setelah selesai mengerjakan, soal dan jawaban kembali di kumpulkan dan peserta dibariskan untuk melakukan upacara pembukaan.
Upacara pembukaan tidak hanya dihadiri oleh peserta, panitia dan ramanda saja numun juga dihadiri oleh beberapa dosen, kaprodi, dekan dan wadek. Mereka ada yang memberikan sambutan, motivasi, bahkan materi tentang kemuhammadiyahan dan hizbul wathan. Setelah upacara selesai, peserta diberi waktu untuk melakukan sholat ashar, setelah itu dilanjutkan ke sesi sejarah kepanduan hizbul wathan. Setelah sesi sejarah kepanduan hizbul wathan, peserta dipersilahkan untuk beristirahat dan memanfaatkan waktunya untuk memasak dan melakukan sholat magrib dan isya.
Sehabis isya materi dilanjutkan ke sesi AD/ART Hizbul Wathan, Prinsip Dasar Kepanduan dan Metode Kepanduan, dan yang terakhir materi Lambang, Simbol, Motto, Mars Hizbul Wathan. Setelah selesai, peserta dipersilahkan untuk tidur di tendanya masing-masing. Di hari pertama yang menjaga malam adalah Yoga dan Nirwan, dan saya mendapat giliran jaga untuk malam kedua, oleh karena itu penulis memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk beristirahat dan mengisi tenaga karena besok malam penulis tidak mungkin tidur karena diberi amanah dan tanggung jawab untuk menjaga, namun ternyata diluar dugaan, saya hanya tidur dari pukul 11.00 sampai pukul 01.00 saja dan terjaga sampai pagi karena kedinginan. Penulis terkena demam sampai pagi dikarenakan belum beradaptasi dengan dinginnya malam yang mencapai suhu 15 derajat celcius.
Menjelang pagi, penulis masih merasa kedinginan namun demamnya sudah sedikit reda. Untuk menjaga kondisi tubuh, penulis memutuskan untuk tidak melakukan mandi pagi dan hanya memanfaatkan waktu untuk sarapan dan menghangatkan tubuh. Pada pukul 08.00 sesi dilanjutkan dengan materi Bela Negara, Kebencanaan (Kebakaran, Banjir, Longsor dan Gempa Bumi) sampai dengan istirahat di waktu menjelang sholat dzuhur, di waktu dzuhur peserta dipersilahkan untuk melakukan sholat dan beristirahat. Saya memanfaatkan waktu ini untuk melakukan sholat dan mandi dikarenakan waktu pagi saya belum bisa mandi karena demam, setelah sholat dzuhur barulah sesi dilanjutkan kembali dengan materi Kode Kehormatan Pandu, Seragam, dan Atribut, lalu materi dilanjutkan dengan Organisasi Qobilah dan Kafilah sampai dengan waktu sholat ashar, setelah sholat ashar sesi dilanjutkan dengan materi Uswatun Hasanah dan Adab Bergaul sampai dengan magrib.
Pukul 17.00-20.00 peserta
dipersilahkan untuk beristirahat, melakukan sholat magrib dan isya, memasak,
membersihkan diri, dan mempersiapkan yel-yel, pentas seni dan api unggun. Pukul
20.00 setiap regu menampilkan yel-yel dilanjutkan dengan pentas seni dan api
unggun, setelah itu semua peserta dipersilahkan untuk beristirahat di tendanya
masing-masing, namun karena saya bertugas menjaga di malam kedua bersama Regy,
saya pun tidak tidur dan menjaga di dekat api unggun bersama Regy dan
meminjamkan sleeping bag saya yang
tidak terpakai kepada Fillahi. Regy yang bertugas menjaga bersama saya ternyata
tidak melakukan tugasnya dengan baik. Dia tidur pukul 02.00 sampai pagi, saya
beruntung ada panitia yang mau menemani saya yaitu Taufikul Fikri. Bersama dia
saya bergiliran untuk memeriksa area perkemahan setiap 15 menit sekali dan
bergiliran mengantarkan peserta putri yang ingin ditemani ke toilet yang
kebetulan lokasinya agak jauh dari tenda dan penerangannya kurang.
Gambar 1.3 Penulis Sedang Bertugas Jaga Malam
Pukul 02.00 Diana peserta putri
terkena hipotermia, dia hampir tidak sadarkan diri karena kedinginan, Taufik
panitia yang menemani saya jaga merupakan pengurus di organisasi stacia, sebuah organisasi pecinta alam yang sudah terlatih menangani kasus seperti ini, oleh karena itu saya sekali lagi
diuntungkan oleh bantuan dia dalam mengurus peserta-peserta putri yang
mengalami masalah di malam kedua ini. Taufik menyuruh teman satu tenda Dianna
untuk terus mengajak ngobrol Dianna karena dia takut kalau Dianna akan
kehilangan kesadaran. Saya pun menyuruh teman-teman satu tenda dengan Dianna
untuk mengoleskan minyak GPU ke telapak kaki dia dan terus menggosok atau
mengurut telapak kakinya agar minyak GPU bekerja dan memberi kehangatan pada
telapak kakinya. Setelah itu Taufik menyuruh saya untuk memasak air panas untuk
Dianna sedangkan dia memberi arahan pada teman-teman yang satu tenda dengan
Dianna apa saja yang harus dilakukan, seperti menggosok-gosok telapak tangan
Dianna, terus mengajak Dianna mengobrol untuk menjaga dia agar tetap sadar dan
sebagainya. Sambil memasak air panas saya mengambil beberapa selimut di tenda
kelompoknya Dianna yang tidak terpakai untuk dihangatkan di api unggun agar
kemudian dapat digunakan untuk menghangatkan Dianna, namun ternyata masih belum
cukup. Saya pun yang memakai jaket akhirnya memberikan jaket saya untuk
dikenakan Dianna agar dilapisi 2 jaket dan ternyata masih juga kedinginan.
Akhirnya kami pun membawa Dianna ke dekat api unggun untuk dihangatkan langsung
oleh panasnya api unggun, setelah hampir satu jam di dekat api unggun, keadaan
Dianna pun mulai membaik dan dia dapat melanjutkan tidur di tendanya. Tak lupa,
dia juga mengembalikan jaket saya karena sudah tidak dibutuhkan lagi. Saya pun
langsung memakai jaket saya dan menghangatkan diri di api unggun karena
kedinginan tidak mengenakan jaket selama hampir 1 jam. Banyak peserta putri
yang muntah pada malam itu dan beberapa yang demam namun tidak ada yang separah
Dianna. Saya dan Taufik pun melanjutkan jaga sampai pukul 04.30 dilanjutkan
dengan sholat shubuh berjamaah, setelah itu Taufik kembali ke tendanya untuk
beristirahat sedangkan saya membersihkan sampah dan api unggun semalam.
Pukul 06.00 saya menghangatkan diri
dengan teh panas sambil menunggu Fillahi bangun untuk meminta sleeping bag saya yang dia pinjam,
setelah Fillahi mengembalikan sleeping
bag saya, saya pun bergegas ke tenda untuk beristirahat namun ternyata
disaat saya hendak tidur, alarm dari HP Anjar yang menitipkan HP di tenda saya
terus berbunyi setiap 10 menit sekali dan saya pun tidak bisa tidur sampai
waktu istriahat habis. Dengan tubuh yang masih lelah, mengantuk dan kedinginan
saya bersiap-siap bersama regu saya untuk mengikut Halang Rintang yang memiliki
6 Pos, meskipun dengan tubuh yang kurang fit saya berhasil mengikuti halang
rintang dengan baik di setiap posnya, setelah selesai di pos ke 6, ditutup
dengan pelantikan Jaya Melati 1. Kami disumpah dan diberi penghormatan pin Jaya
Melati 1 langsung oleh ramanda Tatang bagi putra dan ibunda Immawati bagi putri,
setelah pelantikan selesai, peserta dipersilahkan membersihkan diri untuk
kemudian melakukan sholat Jum’at.
Pukul 14.00 panitia membagikan makanan yang dilanjutkan dengan packing untuk
pulang sebelum acara penutupan. Acara penutupan dilaksanakan dengan pakaian
bebas dan membawa barang bawaan karena setelah upacara penutupan kami langsung
dipersilahkan untuk menuju lokasi armada truk yang sudah menunggu dibawah.
Sekitar pukul 15.00 kami berangkat dari Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas
menuju Universitas Muhammadiyah Jakarta, namun kali ini hanya tersedia 4 armada
truk dan 1 mobil MDMC, dan peserta dibebaskan menaiki armada mana saja, tidak
seperti diawal keberangkatan yang ditentukan per regu.
Pukul 17.40 kami tiba di STIEAD dan mulai
mempersiapkan barang bawaan masing-masing untuk bersiap pulang ke rumah. Banyak diantara
peserta yang dijemput dan diantarkan jasa Ojek Online (Ojol), sedangkan saya masih harus
latihan basket untuk Perform Freestyle Basket sebagai UAS mata kuliah
pengembangan minat bakat lanjutan dikeesokan harinya. Oleh karena itu setelah
sampai saya pergi ke kosan teman untuk menitipkan barang bawaan saya dan
membersihkan diri untuk bersiap-siap latihan freestyle basket di FIP UMJ. Itulah sedikit cerita dari pengalaman saya dalam mengikuti kegiatan Jaya Melati 1, penulis mohon maaf bila terdapat kata yang kurang berkenan. Akhir kata, terima kasih banyak sudah menyempatkan diri untuk mampir dan membaca di blog saya.



sepertinya sangat menyenangkan ya
BalasHapusMembacanya saja sudah seru!
BalasHapusWah kejadian hipotermia yang di alami Diana sangat menegangkan. Saya pasti akan panik jika bertemu dengan kejadian tersebut, bersyukur ada salah satu mahasiswa stacia disana ya. Trimakasih sudah berbagi cerita
BalasHapusHmmm kemah sepertinya seru ya..
BalasHapusSeru banget yaa
BalasHapusKegiatannya sangat bermanfaat dan kegiatan Hizbul Wathan mengajarkan kita bagaimana hidup mandiri
BalasHapusSemoga dengan adanya pelatihan Jaya Melati 1 ini dapat menjadikan kita semua menjadi pribadi yang lebih bertaqwa kepada Allah dan mandiri di kedepannya yaaa.
BalasHapusKeren👍👍
BalasHapus